MY RESEARCH

Perbanyakan Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L.) Pada Beberapa Taraf Konsentrasi BAP dan 2,4-D secara In vitro

The effect of 2,4-D and BAP on the In vitro propogation of Aloe vera

Fabianus Dartus di bawah bimbingan Dr. Iriawati dan Ir. Heru Sugito, MP

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung

ABSTRACT

Aloe vera (L.) is currently in great demand for various commercial products. Natural propogation of Aloe vera need a longer period of planting. Therefor, tissue cultur can be used as an alternative method for propogation of Aloe vera. Purpose of research conducted at the installation Germination PPPPTK Tissue Culture Laboratory of Agricultural VEDCA Cianjur in West Java from March to August 2009. This study aims to determine the concentration of BAP and 2,4-D is optimum in the Aloe vera propagation in vitro. Exsplant Aloe vera is used as planting material obtained from the Department of Agriculture PPPPTK installation VEDCA plantations used Cianjur. Apical buds used as an axplants. The explants were sterilized using bud was washed in running water and detergent soaked with 2 g / l and then rinsed and sterilized again with fungicides and bactericidal 2gr / l, 70% alcohol, bayclin 20%, 10%, and 5%, and antiseptics. Sterile buds were than grown on solid Murashige and Skogg (MS) supplemented with of various concentrations of BAP level: 0 ppm (A 0), 1.25 ppm (A 1), 1.5 ppm (A 2), and 1.75 ppm (A 3), and 2,4-D: 0 ppm (B 0), 0.25 ppm (B 1), 0,50 ppm (B 2), and 0.75 ppm (B 3). Exsplants percentage shoot Aloe vera lived during the observations was 96.83%. The results showed that the optimum medium for shoot induction and multiplication after 8 weeks of observations obtained on medium containing 1.75 ppm / l BAP + 0.25 ppm / l 2,4-D provides a very real influence with the number of shoot 4.67± 1.15 shoot. Single factor BAP also provides a very real impact on the concentration 1.5 ppm / l BAP with 6.67 ± 2.08 number of shoots on the medium initiation. The optimum medium for shoot induction and multiplication on solid medium 1.75 ppm / lBAP + 0.25 ppm / l 2,4-D produced 4.67 ± 0.57 shoot. Performed on rooting medium with the addition of IBA, the optimum from the results showed that the largest number of roots obtained in medium containing 1.5 ppm / l IBA produce roots 3.67 ± 0.58 roots. Aloe vera Plantlets obtained from tissue culture medium acclimatization the planting of manure, charcoal, husk, sand (1:2:1) in a small pot and given a shield of plastic bottles.

Keywords; Aloe vera (L.), Propagation, In vitro technique, bud induction media, BAP, 2,4-D

ABSTRAK Read more”> Read more
Tanaman Lidah buaya (Aloe vera L.) saat ini banyak dibutuhkan untuk berbagai produk komersial. Perbanyakan lidah buaya secara alami (in vivo) sangat lambat dan tidak cukup untuk memenuhi permintaan bibit. Oleh karena itu, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbanyak bibit dalam waktu yang singkat dalam jumlah yang banyak adalah dengan teknik kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di instalasi Perbenihan Laboratorium Kultur Jaringan PPPPTK Pertanian VEDCA Cianjur Jawa Barat dari bulan Maret sampai Agustus 2009. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi BAP dan 2,4-D yang optimum dalam perbanyakan tanaman lidah buaya secara in vitro. Eksplan Aloe vera yang digunakan sebagai bahan tanam diperoleh dari departemen instalasi perkebunan PPPPTK Pertanian VEDCA Cianjur yang digunakan berupa tunas apikal. Tunas apikal tersebut dicuci pada air mengalir dan direndam dengan deterjen 2 gr/l lalu dibilas dan disterilisasi kembali dengan Fungisida dan bakterisida 2gr/l, alkohol 70%, bayclin 20%, 10%, dan 5% serta antiseptik (betadin). Tunas ditanam pada media padat Murashige dan Skogg (MS) dengan penambahan berbagai taraf konsentrasi BAP: 0 ppm (A0). 1,25 ppm (A1). 1,5 ppm (A2), dan 1,75 ppm (A3), dan 2,4-D: 0 ppm (B0). 0,25 ppm (B1).0,50 ppm (B2) dan 0,75 ppm (B3). Persentase eksplan tunas Aloe vera yang hidup selama pengamatan adalah 96,83 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tunas terbanyak setelah 8 minggu pengamatan diperoleh pada medium yang mengandung 1.75 ppm/l BAP + 0,25 ppm/l 2,4-D memberikan pengaruh yang sangat nyata dengan jumlah 4.67 ± 1.15 tunas. Faktor tunggal BAP juga memberikan pengaruh yang sangat nyata pada konsentrasi 1.5 ppm/l BAP dengan jumlah 6.67 ± 2.08 tunas pada medium inisiasi. Multiplikasi tunas terbaik diperoleh pada medium padat 1.75 ppm/lBAP + 0.25 ppm/l 2.4-D menghasilkan 4.67 ± 0.57 tunas. Pengakaran dilakukan pada media dengan penambahan IBA, hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah akar terbanyak diperoleh pada medium yang mengandung 1.5 ppm/l IBA dengan jumlah akar 3.67 ± 0.58 akar. Planlet Aloe vera yang diperoleh dari hasil kultur jaringan diaklimatisasi pada media tanam yang terdiri dari pupuk kandang, arang sekam, pasir (1:2:1) dalam pot kecil dan diberi sungkup dari botol plastik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: