MY RESEARCH

Posted in Kultur Jaringan Tanaman with tags , , , , , , , , , , on Maret 23, 2010 by Fabianus Dartus

Perbanyakan Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L.) Pada Beberapa Taraf Konsentrasi BAP dan 2,4-D secara In vitro

The effect of 2,4-D and BAP on the In vitro propogation of Aloe vera

Fabianus Dartus di bawah bimbingan Dr. Iriawati dan Ir. Heru Sugito, MP

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung

ABSTRACT

Aloe vera (L.) is currently in great demand for various commercial products. Natural propogation of Aloe vera need a longer period of planting. Therefor, tissue cultur can be used as an alternative method for propogation of Aloe vera. Purpose of research conducted at the installation Germination PPPPTK Tissue Culture Laboratory of Agricultural VEDCA Cianjur in West Java from March to August 2009. This study aims to determine the concentration of BAP and 2,4-D is optimum in the Aloe vera propagation in vitro. Exsplant Aloe vera is used as planting material obtained from the Department of Agriculture PPPPTK installation VEDCA plantations used Cianjur. Apical buds used as an axplants. The explants were sterilized using bud was washed in running water and detergent soaked with 2 g / l and then rinsed and sterilized again with fungicides and bactericidal 2gr / l, 70% alcohol, bayclin 20%, 10%, and 5%, and antiseptics. Sterile buds were than grown on solid Murashige and Skogg (MS) supplemented with of various concentrations of BAP level: 0 ppm (A 0), 1.25 ppm (A 1), 1.5 ppm (A 2), and 1.75 ppm (A 3), and 2,4-D: 0 ppm (B 0), 0.25 ppm (B 1), 0,50 ppm (B 2), and 0.75 ppm (B 3). Exsplants percentage shoot Aloe vera lived during the observations was 96.83%. The results showed that the optimum medium for shoot induction and multiplication after 8 weeks of observations obtained on medium containing 1.75 ppm / l BAP + 0.25 ppm / l 2,4-D provides a very real influence with the number of shoot 4.67± 1.15 shoot. Single factor BAP also provides a very real impact on the concentration 1.5 ppm / l BAP with 6.67 ± 2.08 number of shoots on the medium initiation. The optimum medium for shoot induction and multiplication on solid medium 1.75 ppm / lBAP + 0.25 ppm / l 2,4-D produced 4.67 ± 0.57 shoot. Performed on rooting medium with the addition of IBA, the optimum from the results showed that the largest number of roots obtained in medium containing 1.5 ppm / l IBA produce roots 3.67 ± 0.58 roots. Aloe vera Plantlets obtained from tissue culture medium acclimatization the planting of manure, charcoal, husk, sand (1:2:1) in a small pot and given a shield of plastic bottles.

Keywords; Aloe vera (L.), Propagation, In vitro technique, bud induction media, BAP, 2,4-D

ABSTRAK Read more”> Baca lebih lanjut

KULTUR JARINGAN TUMBUHAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)

Posted in Kultur Jaringan Tanaman with tags , , , , , , on Maret 16, 2010 by Fabianus Dartus

KULTUR JARINGAN Aloe vera L. Krisis ekonomi yang melanda dunia terutama di Indonesia mengakibatkan issue back to nature di bidang pertanian, kedokteran dan farmasi menjadi sangat populer dan menjadi pertimbangan dalam penyelesaian masalah di masyarakat. Gejala ini memunculkan ide-ide kreatif dalam upaya pemanfaatan tanaman menjadi bahan pengobatan alternative selain obat-obatan farmasi . Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan merupakan salah 10 dari jenis tanaman dunia yang mempunyai potensi, serta dapat digunakan untuk produk makanan seperti jus, manisan da lain – lain, Sehingga perlu dibudidayakan. perbanyakan tanaman dengan metode konvensional lambat dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam waktu yang singkat, sehingga dengan kemajuan IPTEK maka permasalahan untuk penyediaan bibit dapat di atasi yakni dengan Budidaya dalam botol, atau kultur Jaringan Tumbuhan (Gunawan, 1992) kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ yang serba steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbayak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap. Kultur jaringan tumbuhan bermula dari pembuktian teori totipotensi sel yang dikemukakan oleh Haberlandt pada awal abad (ke-20 dalam Zulkarnain,2009) yang menyatakan bahwa jaringan tanaman dapat diisolasi dan dikultur hingga menjadi tanaman normal dengan melakukan manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan nutrisinya. Landasan kultur jaringan didasarkan atas tiga kemampuan dasar dari tanaman, yaitu: Totipotensi adalah potensi atau kemampuan dari sebuah sel untuk tumbuh dan
berkembang menjadi tanaman secara utuh jika distimulasi dengar benar dan sesuai. Implikasi dari totipotensi adalah bahwa semua informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme terdapat di dalam sel. Walaupun secara teoritis
seluruh sel bersifat totipotensi, tetapi yang mengekspresikan keberhasilan terbaik adalah sel yang meristematik.
Rediferensiasi adalah kemampuan sel-sel masak (mature) kembali menjadi kekondisi meristematik dan dan berkembang dari satu titik pertumbuhan baru yang diikuti oleh rediferensiasi yang mampu melakukan reorganisasi manjadi organ baru.
Kompetensi menggambarkan potensi endogen dari sel atau jaringan untuk tumbuh dan berkembang dalam satu jalur tertentu. Cantohnya embrioagenikali kompeten cel adalah kemampuan untuk berkembang menjadi embrio funsional penuh.
Sebaliknya adalah non-kompeten atau morfogenetikali tidak mempunyai kemampuan. PENDAHULUAN
SEJARAH KULTUR JARINGAN TUMBUHAN
Bab. II A 1. ARTI KULTUR JARINGAN TUMBUHAN
Bab II A.TAHAPAN KULTUR JARINGAN TUMBUHAN 2
Bab II B 1. MORFOLOGI TANAMAN LIDAH BUAYA
Bab II B 2 BOTANI TANAMAN LIDAH BUAYA
Bab II. B 3 KHASIAT LIDAH BUAYA
Bab. II. B 4. KANDUNGAN LIDAH BUAYA
<a href=”http:// Baca lebih lanjut

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF

Posted in Perbanyakan Tanaman with tags , , , , , on Maret 12, 2010 by Fabianus Dartus

PERBANAYAKAN VEGETATIF TANAMAN METODE KONVENSIONAL

Perkembangbiakan tanaman secara vegetatif Merupakan pembiakan menggunakan bagian – bagian tanaman dimana, kesanggupan tanaman membentuk kembali jaringan – jaringan dan bagian – bagian lain membentuk tanaman baru.
Proses pembiakan vegetatif  digolonkan menjadi dua yaitu: secara alamiah sempurna contoh: tunas dan akar. Dan secara Buatan ( manusia ) contoh : contoh cangkok, setek, sambung, tempel, dan lain – lain.
Penyebab utama : banyak tanaman tak akan menyerupai induknya bila dibiakan dengan biji. Keuntungan dan kerugian  pembiakan tanaman secara vegetatif:
Keuntungan : Tanaman akan cepat berbuah / menghasilkan, dan Sifat – sifat tanaman yang tumbuh sama dengan induknya
Kerugian : Pohon induk sering rusak bentuknya, Produksi pohon induk menurun, dan Perakaran kurang baik, sehingga mudah rebah dan membutuhkan sanggakan / tunjangan. Pembiakan Tanaman dengan Sambung dan Okulasi merupakan Perkembangbiakan tanaman secara vegetatif dengan metode konvensional  yang meliputi:

I. MENYIAPKAN TEMPAT PEMBIBITAN
II. MENYIAPKAN BAHAN TANAMAN
III. MELAKUKAN PENYAMBUNGAN
IV. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN
V. MELAKUKAN OKULASI ATAU PENEMPELAN
VI. MEMELIHARA BIBITc

GLOSARIUM

Inisiasi Pisang

Posted in Kultur Jaringan Tanaman with tags on Desember 20, 2008 by Fabianus Dartus


Pandi gbr.Inisiasi Eksplan Pisang


Kegiatan praktik inisiasi eksplan pisang yang dilakukan menggunakan dua perlakuan yaitu perlakuan dengan pembakaran caranya eksplan pisang direndam dengan alcohol 96% kemudian dibakar, dan perlakuan dengan bahan kimia caranya eksplan pisang direndam kedalam bahan kimia. prosedurnya yakni inisiasi-pisang

MENYIAPKAN BAHAN EKSPLAN PISANG

Posted in Kultur Jaringan Tanaman with tags on Desember 20, 2008 by Fabianus Dartus


MENYIAPKAN BAHAN EKSPLAN PISANG

Eksplan merupakan bahan yang digunakan untuk perbanyakan tanaman, sehingga dalam pengambilannya harus membutuhkan prosedur yang baik agar mendapatkan bahan tanaman yang sehat. adapun prosedur kerjanya yakni:

prosedur kerja

Peralatan Lab Kultur Jaringan dan Fungsinya

Posted in Kultur Jaringan Tanaman with tags on Desember 20, 2008 by Fabianus Dartus


peralatan lab Kultur Jaringan

PERALATAN LAB KULTUR JARINGAN DAN FUNGSINYA


Pengenalan dan identifikasi peralatan laboratorium ini sangant penting dalam pengoperasian alat untuk praktikum kultur jaringan laboratorium ini mempunyai jenis dan fungsi yang berbeda – beda namun merupakan satu kesatuan yang digunakan dalam proses laboratorium

Mengetahui fungsi-fungsi peralatan laboratorim Mengetahui dan mempelajari bagaimana cara Meletakan peralatan di laboratorium Biasa membedakan peralatan gelas dan non gelas dengan fungsinya masing-masing

peralatan-lab-keltur-jaringan1