KULTUR JARINGAN TUMBUHAN TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)

KULTUR JARINGAN Aloe vera L. Krisis ekonomi yang melanda dunia terutama di Indonesia mengakibatkan issue back to nature di bidang pertanian, kedokteran dan farmasi menjadi sangat populer dan menjadi pertimbangan dalam penyelesaian masalah di masyarakat. Gejala ini memunculkan ide-ide kreatif dalam upaya pemanfaatan tanaman menjadi bahan pengobatan alternative selain obat-obatan farmasi . Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan merupakan salah 10 dari jenis tanaman dunia yang mempunyai potensi, serta dapat digunakan untuk produk makanan seperti jus, manisan da lain – lain, Sehingga perlu dibudidayakan. perbanyakan tanaman dengan metode konvensional lambat dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam waktu yang singkat, sehingga dengan kemajuan IPTEK maka permasalahan untuk penyediaan bibit dapat di atasi yakni dengan Budidaya dalam botol, atau kultur Jaringan Tumbuhan (Gunawan, 1992) kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ yang serba steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbayak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap. Kultur jaringan tumbuhan bermula dari pembuktian teori totipotensi sel yang dikemukakan oleh Haberlandt pada awal abad (ke-20 dalam Zulkarnain,2009) yang menyatakan bahwa jaringan tanaman dapat diisolasi dan dikultur hingga menjadi tanaman normal dengan melakukan manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan nutrisinya. Landasan kultur jaringan didasarkan atas tiga kemampuan dasar dari tanaman, yaitu: Totipotensi adalah potensi atau kemampuan dari sebuah sel untuk tumbuh dan
berkembang menjadi tanaman secara utuh jika distimulasi dengar benar dan sesuai. Implikasi dari totipotensi adalah bahwa semua informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme terdapat di dalam sel. Walaupun secara teoritis
seluruh sel bersifat totipotensi, tetapi yang mengekspresikan keberhasilan terbaik adalah sel yang meristematik.
Rediferensiasi adalah kemampuan sel-sel masak (mature) kembali menjadi kekondisi meristematik dan dan berkembang dari satu titik pertumbuhan baru yang diikuti oleh rediferensiasi yang mampu melakukan reorganisasi manjadi organ baru.
Kompetensi menggambarkan potensi endogen dari sel atau jaringan untuk tumbuh dan berkembang dalam satu jalur tertentu. Cantohnya embrioagenikali kompeten cel adalah kemampuan untuk berkembang menjadi embrio funsional penuh.
Sebaliknya adalah non-kompeten atau morfogenetikali tidak mempunyai kemampuan. PENDAHULUAN
SEJARAH KULTUR JARINGAN TUMBUHAN
Bab. II A 1. ARTI KULTUR JARINGAN TUMBUHAN
Bab II A.TAHAPAN KULTUR JARINGAN TUMBUHAN 2
Bab II B 1. MORFOLOGI TANAMAN LIDAH BUAYA
Bab II B 2 BOTANI TANAMAN LIDAH BUAYA
Bab II. B 3 KHASIAT LIDAH BUAYA
Bab. II. B 4. KANDUNGAN LIDAH BUAYA
<a href=”http://ALAT DAN BAHAN”>ALAT DAN BAHAN
Bab III. B PEMBUATAN MEDIA TUMBUH
Bab III . C STERILISASI ALAT DAN BAHAN
Bab 4 A PENYIAPAN EKSPLAN
Bab 4 B. INISIASI KULTUR
Bab 4 C. MULTIPLIKASI TUNAS
Bab 4. D PENGAKARAN
Bab 4 E. AKLIMATISASI

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: